Minggu, 14 Agustus 2011

Hadits tentang Bid'ah

“Barangsiapa yang membuat-buat sesuatu yang baru dalam urusan (agama) kami yang bukan berasal daripadanya, maka semua itu tertolak.” (Shahih, HR. Al-Bukhari dan Muslim dari ‘Aisyah radhiyallahu'anha)

“Allah menghalangi taubat setiap pelaku bid’ah sampai dia meninggalkan bid’ahnya.” (HR. Ibnu Abi Ashim dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam As Shahihah no. 1620 dan As Sunnah Ibnu Abi Ashim hal. 21)
"Barangsiapa yang berbuat bid’ah, atau melindungi kebid’ahan, maka dia akan mendapat laknat dari Allah, para malaikat dan seluruh manusia.” (Shahih, HR. Al-Bukhari dan Muslim dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu'anhu)
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Artinya : Barangsiapa yang mengadakan hal yang baru (berbuat yang baru) di dalam urusan kami ini yang bukan dari urusan tersebut, maka perbuatannya di tolak (tidak diterima)". Dan di dalam riwayat lain disebutkan : "Artinya : Barangsiapa yang berbuat suatu amalan yang bukan didasarkan urusan kami, maka perbuatannya di tolak".
"Artinya : Hendaklah kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafa 'ur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah sunnah-sunnah itu dengan geraham, dan hendaklah kalian menjauhi perkara-perkara baru yang diada-adakan “ (HR. Abu Dawud dalam As-Sunnah [4607]. Ibnu Majjah dalam Al-Muqaddimah [42]) 

Selasa, 07 Desember 2010

Hadits tentang Istawa'

Dalam hadits Mu'awiyah bin Hakam as-Sulami, ketika beliau hendak membebaskan budaknya, Rasulullah menguji hamba sahaya tersebut dengan menanyakan, "Dimana Allah?" Hamba sahaya tadi menjawab, "Allah di atas." Beliau berkata, "Siapa aku?" Budak tadi berkata, "Engkau utusan Allah." Rasulullah berkata, "Bebaskanlah dia, karena dia seorang wanita mukminah." (HR. Muslim)
Didukung Firman Allah :  
Sesungguhnya Rabbmu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu dia beristiwa' di atas 'Arsy." (Al A'raf: 54)